Minggu, 25 Januari 2015
Cinta Terakhir
Ada geliat membucah relung
Menggelitik hingga dasar palung hati dan kalbu
Adakah ragu yang membatasi cinta yang mengalir syahdu?
Ciptakan melodi pada diri pecinta ini
Hadirlah kasih..
Isi bilik-bilik cinta ini dengan rasa yang tak pernah mati
Karena aku adalah cinta terakhir
Dan, semenjak hari itu
Pagi kala kubuka mata
Yang kulihat adalah warna
Bukan lagi hitam putih dunia
Dia ada, di tiap pucuk udara yang ku hirup
Wangi menusuk dan membeku tepat di ulu hati
Rasa sakit yang nikmat itu mengikutiku
Dan sungguh..
aku rela terlelap dalam dekapnya
Tak perlu beberapa ribu kali ku ucap kata indah
Dan dia menoteh dalam melodi risau
Senyum itu menghempasku
Menggulungmu,
Dalam gemulai ombak, di penghujung purnama
Langganan:
Postingan (Atom)